Skip to main content

Posts

Showing posts from 2014

Untukmu, Para Pengejar Impian

Assalamualaikum. Untukmu, pada pengejar impian. Kehidupan itu sulit untuk diprediksi. Rencana yang sudah sedemikian rupa di buat terkadang bisa cacat, atau bahkan hancur berantakan. Sebuah angan yang tak tercapai dan impian yang tak tergapai oleh tangan-tangan ini. Cita-cita yang tinggi bahkan menembus mimpi. Terjatuh berulang kali namun bangkit dan bangkit lagi, untuk sebuah impian. Berjuang dalam hidup ini dengan pemikiran, hati, dan logika. Tapi hidup itu butuh impian. Impian yang akan menunjukkan arah kehidupan kita. Walau prediksi impian itu belum tentu tepat, selagi impian itu sempurna maka impikanlah setinggi-tinggi mungkin. Tugas kita bukan untuk berhasil, tugas kita hanyalah untuk mencoba. Karena di dalam mencoba di situ kita menemukan dan belajar membangun. Membangun sebuah kesempatan diri untuk berhasil. Waktu mengubah semua hal kecuali kita mungkin menua dengan berjalannya waktu. Tetap belum tentu membijak. Kitalah yang harus mengubah diri kita sendiri karena memiliki ...

JASA SEORANG IBU

Assalamualaikum. Dari sinilah kita memulai perjalan hidup, sembilan bulan ibu senantiasa menanti kelahiran kita, dan akhirnya kita pun lahir meski dengan pengorbanan nyawa ibu. Sejak kita lahir beliau mencurahkan kasih sayangnya untuk kita. Ibu juga dengan kasih sayangnya mengajarkan kita berjalan, dengan penuh kesabaran ibu mengajarkan kepada kita berbicara, beribu pertanyaan kita tanyakan pada ibu dan beliau selalu menjawabnya dengan senang hati. Namun sebagai balasannya saat ibu bertanya kepada kita, kita menjawab dengan kasar. Saat kita sakit ibu lah yang merawat kita sehingga sembuh. Namun ketika ibu sakit, kita malah asik bermain dengan teman-teman. Disaat kita sedih ibu lah yang berusaha menghibur kita agar kembali tersenyum. Disaat kita membentak ibu, beliau tidak meneteskan air mata namun batinnya yang menangis. Terima kasih ibu untuk kasih sayang yang tak pernah usai, tulus cintamu takkan mampu untuk terbalaskan. Sayangilah ibu mu selagi masih ada waktu, jangan sia-siakan ...

Persaudaraan

Assalamualaikum.  Ada dua orang bersaudara yang selama ini sering bekerja sama mengurusi ladang milik keluarga mereka. Yang seorang si kakak telah menikah dan memiliki keluarga yang cukup besar, sedangkan si adik masih lajang dan berencana tidak menikah. ketika musim panen tiba, mereka selalu berbagi hasil sama rata. Selalu begitu. Pada suatu hari, si adik yang masih lajang itu berfikir, "Tidak adil rasanya jika kami membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku masih lajang, sedangkan kebutuhanku hanya sedikit". Maka demi si kakak, setiap malam ia mengambil sekarung padi miliknya dan diam-diam dia meletakkan karung itu di rumah milik kakaknya. Sekarung padi itu dia anggap cukup untuk mengurangi beban si kakak dan keluarganya. Sementara itu, si kakak yang telah menikah pun merasa gelisah akan nasib adiknya. Dan ia berfikir, "Tidak adik jika kami selalu membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku punya istri dan anak-anak yang akan mampu merawatku kelak ketika ...

Bayang Hitam

Assalamualaikum. Aku hanyalah bayang hitam yang tak pernah kau perdulikan. Sedangkan aku hanya ingin buat semua ini menjadi besar seperti yang kita cita-citakan bersama. Tapi, sepertinya aku tak mampu membuktikan apapun kepadamu. Karena bias matamu semakin tertutup. Sia-sia sudah! Aku lelah dalam cerita ini. Ku mohon berikan episode terakhir untukku. Semakin sunyi dalam keremangan malam. Gelap dan dingin terasa di kulitku, kabut malam ikut turun, seakan ingin mendengar renunganku. Bahkan binatang dan burung-burung malam tak bersuara seakan ingin menyatu dalam renunganku malam ini. Sebuah introspeksi dan kebersihan hati kujaga malam ini, untuk melihat jauh ke dalam relung hati apa yang telah aku lakukan hari ini. Untuk menggali jauh ke dalam kalbu apa yang salah paham dalam kejadian hari ini. Serta, untuk menjaring kisi-kisi hidup yang berarti, yang akan ku perbuat untuk kebaikan esok hari. Insya' Allah. Setiap hari harus ku lalui untuk membuat hidup ini semakin berarti. Dengan b...

Sajak Seorang Tua

Assalamualaikum. Sajak untukmu !! Aku tulis sajak ini untuk menghibur hatimu. Sementara kau kenangkan encokmu, kenangkanlah pula masa kita yang gemilang dan juga masa depan kita yang hampir rampung dan dengan lega akan kita kemaskan. Kita tidaklah sendiri dan terasing dengan nasib kita, karena soalnya adalah hukum sejarah kehidupan. Suka duka kita bukanlah istimewa karena setiap orang mengalaminya. Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengadu, hidup adalah untuk mengolahnya hidup. Bekerja membalik tanah, memasuki rahasia langit dan samudera, serta mencipta dan mengukir dunia. Kita menyandang tugas karena tugas adalah tugas. Bukannya demi Syurga atau Neraka, tetapi demi kehormatan seorang manusia. Karena sesungguhnya kita bukan debu meski kita telah tua rentang dan hampir mati. Kita adalah kepribadian dan harga kita adalah kehormatan kita. Tolehlah lagi kebelakang, kemasa silam yang tak seorang pun kuasa menghapuskannya. Lihatlah betapa tahun-tahun kita penuh warna. 90 tahun yang dibel...