Assalamualaikum Hamparan hijau yang tak bisa dipikul lagi nilainya oleh sang pejuang produksi, secara mudah dan terencana direnggut oleh kota yang konsumtif, menyulapnya menjadi hamparan kelabu dan membatu. Lambat laun sesak memuncak dan memangsa. Tak ada lagi ruang sosial yang memanusiakan manusia. Yang ada hanyalah ruang-ruang privasi yang tampaknya makin intim. Namun, ironis, penghuninya makin apatis. Pudar sudah tata krama, lupa ramah-tamah, sirnalah tolong menolong. Makin dekat, justru makin terasing. Kalimat diatas merupakan pengantar yang hari ini menggambarkan kondisi kita sebagai manusia yang katanya makhluk sosial yang kini tak lagi sosial. Manusia adalah makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Sebagai makhluk individu, ia memiliki karakter yang unik, berbeda satu dengan yang lain, dengan pikiran dan kehendaknya yang bebas. Dan sebagai makhluk sosial, ia membutuhkan manusia lain, membutuhkan sebuah kelompok, dalam bentuknya yang minimal - yang mengakui keberadaannya,...