Assalamualaikum.
Damai? Mana kedamaian yang kau janjikan? Yang katanya itu semua akan lahir ketika dilakukan dengan rasa cinta yang besar. Kenapa ketika aku membuka mata, malah kehancuran, air mata, kelaparan, debu, yang ada? Atau itu arti damai yang kau maksud? Mana lagu toleransi yang pernah kau nyanyikan kepadaku? Atau apa itu semua hanya mainan bibir agar aku benar-benar tertidur?
Damai adalah sebuah harmoni dalam kehidulan alami antar manusia dimana tidak ada perseteruan ataupun konflik. Bisa juga diartikan dengan tidak adanya kekerasan dan sistem keadilan berlaku baik dalam kehidupan pribadi, antar personal, maupun dalam sistem keadilan sosial politik lokal, menyeluruh, dan secara global.
Berdasarkan pernyataan diatas, apakah hari ini kita dapat merasakan kedamaian sesuai dengan definisi yang telah Penulis sampaikan? Mungkin ya! Mungkin tidak! Mari kita bahas salah satu penyebab mengapa ada beberapa dari kita yang tidak merasakan kedamaian. Salah satu alasannya adalah berkurangnya sisi kebaikan dalam diri manusia (orang jahat). Sehingga mereka sanggup melakukan kejahatan, kehancuran, kelaparan, peperangan, dll. Dan terkadang Agama dijadikan tameng untuk membenarkan semua perbuatan itu, sedangkan kita semua tau jika ajaran Agama apapun itu tidak pernah membenarkan kejahatan ada. Lantas apa yang menjadi masalah? Kurangnya pemahaman agama sehingga terjadi kesalahan berpikir yang menyebabkan distorsi.
Mengapa Agama sering dijadikan alasan? Karna kita yang terlalu fanatik dengan Agama takut untuk melawan dengan Agama. Penulis menggunakan kata "fanatik" karna memang hari ini kita diperhadapkan dengan kondisi yang memungkinkan penulis untuk menggunakan "fanatik". Contohnya, beberapa bulan yang lalu kita digemparkan dengan isu "penistaan Agama". Sedikit-sedikit penistaan Agama. Sedikit-sedikit Agama. Ini Agama, itu Agama. Apapun itu Agama. Karna kita terlalu "fanatik" dengan Agama. Kita takut melawan orang yang menggunakan dalih Agama untuk membenarkan kejahatan yang dilakukan karna kita takut berdosa. Kenapa berdosa? Karna melawan Agama. Maka jangan heran jika hari ini ada beberapa dari kita yang belum merasakan kedamaian.
Sebagai kesimpulan, Penulis berharap semoga kita semua bisa beragama sesuai dengan alasan mengapa Agama ada dan mengapa kita harus beragama.

Comments
Post a Comment