Skip to main content

Apa kabar Pendidikan Indonesia?

Assalamualaikum


Pendidikan merupakan hal terpenting dalam kehidupan seseorang, karena dengan pendidikan kita bisa mencapai kualitas dalam hidup. Dan dengan pendidikan pula kita bisa menciptakan manusia yang berakhlak baik dan cerdas.

Bangsa yang maju dan beradab akan terlihat dari pola pendidikan yang dilaksanakan oleh bangsa tersebut. Pendidikan akan menjadi penentu gerak langkah bagi kemajuan suatu bangsa. Ketika Jepang dijatuhi bom atom oleh sekutu dalam perang dunia ke-2 maka Kaisar Hirohito memanggil para menterinya dan bertanya "masih adakah guru yang tersisa?". Hal ini mengindikasikan bahwa Jepang boleh saja hancur secara fisik, tetapi jiwa kependidikan menjadi faktor paling utama. Biarlah buminya hancur hangus dan berantakan, tetapi dengan kemajuan pendidikan semua itu akan dapat dibangun kembali. Artinya pendidikan merupakan pilar penting untuk membangun kehidupan yang lebih baik.



Pada dasarnya, orang tua menyekolahkan kita dengan tujuan dapat mempelajari ilmu yang belum diketahui. Bahkan, mereka menginginkan karakter kita bisa terbentuk agar dapat membedakan mana yang baik dan buruk. Nilai-nilai karakter ini meliputi rasa tanggung jawab, kejujuran, sopan-santun, dan semangat belajar. Zaman dahulu, hal-hal inilah yang begitu diperhatikan oleh guru, orang tua, dan siswa. Semakin zaman berkembang, siswa-siswa justru hanya mementingkan nilai yang tercantum pada rapor semata. Hasil tugas dan ulangan menjadi tolak ukur keberhasilannya. Sehingga, nilai yang tinggi pun tidak dapat mencerminkan karakter kepribadian siswa.

Apa kabar pendidikan di Indoneisa? Jika beberapa tahun lalu guru tidak segan memberikan hukuman fisik apabila sang murid terbukti nakal atau bandel dan orang tua juga mempersilakan guru melakukan apa yang dirasa pantas. Akan tetapi sekarang ini, hanya dengan mencubit saja, guru dapat berurusan dengan hukum, bahkan ada yang masuk penjara karenanya. Dengan kata lain, menjadi seorang guru di zaman dahulu sangat dihormati dan disegani. Tapi kini tidak sama lagi. Tak jarang kita dengar dimana murid telah berani memukul gurunya, bahkan menghina lalu dishare di media sosial dan kesannya itu adalah sebuah prestasi. Dan masih banyak lagi kejadian-kejadian yang mungkin sudah menjadi rahasia umum tentang gambar pendidikan di bangsa kita.

Sebagai kesimpulan, karakter siswa hari ini adalah cerminan kebobrokan pendidikan bangsa kita saat ini. Sudah saatnya kita sebagai orang yang sadar akan pentingnya pendidikan untuk ikut berperan dalam menambal "lubang-lubang" pendidikan untuk memajukan negara ini.

Comments

Popular posts from this blog

Tukang Bengkel

Assalamualaikum,         Hari ini tanggal 23 januari 2013, hari rabu, jam 1.53 pagi. Kemarin dalam perjalanan pulang ke rumah dari kampus, aku menaiki sebuah kenderaan beroda dua iaitu motor. Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba tayar motor meletup. Aku pun singgah di sebuah bengkel yang dekat dengan tempat tayar motor meletup. Seorang lelaki tua (tukang bengkel) pun muncul dan cuba untuk mencari penyebab kenapa tayar motor boleh meletup. Dalam keadaan menunggu, tiba-tiba si tukang bengkel tersebut pun melontarkan sebuah kata-kata yang sangat sederhana. “kenapa banyak orang ingin belajar bersungguh-sungguh?” kata tukang bengkel tersebut. Dengan bersahaja, aku pun menjawab pertanyaan tukang bengkel itu. “sebab si pelajar ingin mendapatkan ilmu dengan banyak.” Si tukang bengkel pun berkata “SALAH! Itu bukanlah kenginan mereka yang sesungguhnya. Mereka hanya ingin mendapatkan gelar, dan hanya ingin mendapatkan ijazah. Kalau mau menjadi pandai, tidak per...

BACALAH DENGAN MENYEBUT NAMA TUHANMU YANG TELAH MENCIPTAKAN

Assalamualaikum, Haruskah Anda shalat? Mengapa Anda shalat? Mengapa Anda melakukan kebaikan? Mengapa ? (jawab sebelum Anda lanjut membaca artikel ini). *jika jawaban Anda karna ingin mendapatkan pahala dan masuk surga, maka And wajib menyelesaikan artikel ini.* Beranjak dari pengalaman yang ada disekitar Penulis. Seringkali Penulis menemukan orang yang menyepelehkan hal kecil yang memiliki dampak besar. Contohnya saja mengawali sesuatu dengan kalimat basmalah (bismillahirrahmanirrahim). Fenomena-fenomena seperti ini biasa Penulis temukan saat ujian dimana Mahasiswa lupa menulis kalimat basmalah dilembar jawaban. Itu tidak masalah bagi sebagian orang, tapi pesan yang Penulis dapatkan adalah, Mahasiswa tersebut tidak lagi menjawab soal karna ridha Allah S.W.T, melainkan karna nilai dari dosen. Apakah ridha Allah lebih penting dari nilai dosen? Penulis hanya takut jika semakin banyak orang beragama yang tidak faham agama. Seperti yang kita ketahui, basmalah (bismillahirrahm...

ADA APA DENGAN PEMILU 2019?

Assalamulaiakum, Baru-baru ini kita telah melakukan pesta demokrasi secara besar-besaran tepatnya pada tanggal 17 April 2019 di seluruh Indonesia. Bagi beberapa orang mungkin ini satu prestasi yang bisa dibanggakan, tapi ada juga yang menganggap bahwa dengan dilakukannya pemilihan umum serentak di hari yang bersamaan, ini merupakan gambaran kebobrokan kita dalam berdemokrasi (katanya).