Skip to main content

Bumi Tua

Assalamualaikum.


"Dulu aku (bumi) berwarna hijau dan biru. Terlihat indah jika dipandang. Tapi kini telah menjadi coklat dan usang. Hal itu disebabkan karna Manusia yang serakah. Mengeksploitasi diriku tanpa memikirkan umurku. Aku (bumi) jijik dengan adanya Manusia di tubuku. Tapi karna ini telah menjadi perintah Tuhan, Aku (bumi) rela sebagai bentuk patuh kepada-Nya"

Saat ini manusia mengonsumsi sumber daya rata-rata setara dengan 1,6 planet bumi. Dibutuhkan 1,6 kali luas Bumi yang ada untuk menopang kehidupan Manusia. Artinya, saat ini manusia menggunakan sumber daya alam lebih banyak dari yang seharusnya. Konsumsi tersebut berbeda-beda di tiap wilayah. Misalnya masyarakat di Amerika, mengonsumsi satu setengah kali lebih banyak daripada masyarakat Jerman. Pembakaran bahan bakar fosil dan kayu mencapai 60% jejak kerusakan ekologi. Cina, Amerika Serikat, Uni Eropa dan India adalah penghasil emisi CO2 terbesar di dunia. 


Hutan menyediakan kayu, bahan baku yang sangat berharga bagi banyak hal, seperti produksi Kertas. Kayu amat penting dalam mencegah erosi tanah, menyimpan air dan sangat diperlukan dalam siklus iklim, termasuk sebagai penyerah CO2. Namun jutaan hektar hutan hilang setiap tahunnya. Populasi berkembang, kawasan baru tumbuh di mana-mana. Pada saat bersamaan, dunia kehilangan lahan pertanian karena pembangunan perkotaan. Erosi dan degradasi tanah terjadi. Karena manusia menangkap ikan secara berlebihan maka kesulitan pula untuk memulihkan stok makanan laut. sepertiga stok ikan-ikan tangkapan di dunia dieksploitasi berlebihan. Emisi CO2 juga mengasamkan lautan dan mengakibatkan kondisi hidup yang lebih sulit bagi makhluk laut. 

Menurut laporan Global Forest Watch Fires, kebakaran hutan mayoritas disebabkan oleh ulah manusia yang tak bertanggung jawab. Aktivitas pembalakan dan pembakaran hutan menjadi dua akses pemicu naiknya panas bumi. Manusia yang seharusnya menjadi penjaga bumi malah menjadi perusak dan penghancurnya. Bayangkan saja, jika jumlah hutan sudah berkurang dimuka bumi jelas akan mengakibatkan bencana seperti banjir dan longsong yang juga secara tidak langsung membuat bumi semakin panas. Mengapa demikian? Karena hutan sebagai paru-paru bumi yang fungsinya menyeimbangkan alam dan menyerap air akan teramputasi. Hal ini jelas akan menyebabkan musibah bagi Manusia. 

Tak jarang kita temui orang disekitar kita yang mengeluh dengan panasnya bumi. Tapi sadarkah kita dengan panasnya bumi saat ini tak lain karna ulah kita sendiri. Pembakaran sampah secara terbuka, hutan di tebang untuk membangun gedung-gedung, penangkapan hasil laut yang berlebihan, dan masih banyak hal lain yang kecil tapi mengandung efek besar terhadap umur bumi kita. 

Untuk itu menyayangi bumi, lingkungan dan segala isinya, sudah menjadi tanggungjawab kita. Kesadaran adalah hal yang mutlak untuk dilakukan. Tapi tak hanya sampai di tahap sadar saja, diperlukan aksi nyata dari sadarnya kita akan pentingnya menjaga bumi kita. Terima kasih atas waktunya dalam membaca tulisan ini, semoga kita semua diberikan kesadaran yang penuh untuk tetap menjaga kelestarian alam kita. Jika tulisan ini bermanfaat, silahkan di Share

Comments

Popular posts from this blog

Tukang Bengkel

Assalamualaikum,         Hari ini tanggal 23 januari 2013, hari rabu, jam 1.53 pagi. Kemarin dalam perjalanan pulang ke rumah dari kampus, aku menaiki sebuah kenderaan beroda dua iaitu motor. Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba tayar motor meletup. Aku pun singgah di sebuah bengkel yang dekat dengan tempat tayar motor meletup. Seorang lelaki tua (tukang bengkel) pun muncul dan cuba untuk mencari penyebab kenapa tayar motor boleh meletup. Dalam keadaan menunggu, tiba-tiba si tukang bengkel tersebut pun melontarkan sebuah kata-kata yang sangat sederhana. “kenapa banyak orang ingin belajar bersungguh-sungguh?” kata tukang bengkel tersebut. Dengan bersahaja, aku pun menjawab pertanyaan tukang bengkel itu. “sebab si pelajar ingin mendapatkan ilmu dengan banyak.” Si tukang bengkel pun berkata “SALAH! Itu bukanlah kenginan mereka yang sesungguhnya. Mereka hanya ingin mendapatkan gelar, dan hanya ingin mendapatkan ijazah. Kalau mau menjadi pandai, tidak per...

BACALAH DENGAN MENYEBUT NAMA TUHANMU YANG TELAH MENCIPTAKAN

Assalamualaikum, Haruskah Anda shalat? Mengapa Anda shalat? Mengapa Anda melakukan kebaikan? Mengapa ? (jawab sebelum Anda lanjut membaca artikel ini). *jika jawaban Anda karna ingin mendapatkan pahala dan masuk surga, maka And wajib menyelesaikan artikel ini.* Beranjak dari pengalaman yang ada disekitar Penulis. Seringkali Penulis menemukan orang yang menyepelehkan hal kecil yang memiliki dampak besar. Contohnya saja mengawali sesuatu dengan kalimat basmalah (bismillahirrahmanirrahim). Fenomena-fenomena seperti ini biasa Penulis temukan saat ujian dimana Mahasiswa lupa menulis kalimat basmalah dilembar jawaban. Itu tidak masalah bagi sebagian orang, tapi pesan yang Penulis dapatkan adalah, Mahasiswa tersebut tidak lagi menjawab soal karna ridha Allah S.W.T, melainkan karna nilai dari dosen. Apakah ridha Allah lebih penting dari nilai dosen? Penulis hanya takut jika semakin banyak orang beragama yang tidak faham agama. Seperti yang kita ketahui, basmalah (bismillahirrahm...

ADA APA DENGAN PEMILU 2019?

Assalamulaiakum, Baru-baru ini kita telah melakukan pesta demokrasi secara besar-besaran tepatnya pada tanggal 17 April 2019 di seluruh Indonesia. Bagi beberapa orang mungkin ini satu prestasi yang bisa dibanggakan, tapi ada juga yang menganggap bahwa dengan dilakukannya pemilihan umum serentak di hari yang bersamaan, ini merupakan gambaran kebobrokan kita dalam berdemokrasi (katanya).